FBS

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Mama Uwe-Uwe Jadi PNS PA Takalar

Tuesday, June 19, 2007


Mamanya uwe-uwe sudah dilantik jadi PNS Pengadilan Agama Takalar Selasa (19/6/07 Jam 12.25 Wita / Lihat Jam Dinding Dibelakang) mudah-mudahan dapat mengabdi dengan ihlas pada bangsa dan negara tercinta Indonesia. Mereka yang dilantik dari kiri Nailah Yahya, Tommy dan Ahsan Syuhudi Ismail.
READ MORE - Mama Uwe-Uwe Jadi PNS PA Takalar

Dinasti Kerabat Politik Lokal

Tuesday, June 12, 2007

Pilkada
Dinasti Kerabat Politik Lokal

Kampanye Pilkada (GATRA/Dwitri Waluyo)AWAL Februari lalu, Museum Rekor Indonesia memberi penghargaan kepada pasangan suami-istri pertama yang kompak terpilih jadi bupati. Sang suami, I Gede Winasa, menjadi Bupati Jembrana, Bali. Istrinya, Ratna Ani Lestari, jadi Bupati Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka terpilih lewat pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung.

Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Juni 2005, melahirkan pasangan mertua-menantu pertama sebagai bupati (Lalu Wiratmaja) dan wakil bupati (Lalu Suprayatno). Sementara Gubernur Kalimantan Tengah, Teras Narang, dilantik dalam rapat DPRD yang dipimpin kakaknya, Atu Narang, sang ketua dewan. Hubungan kekerabatan memang banyak mewarnai komposisi pimpinan daerah.

Di Jawa Tengah, salah satu keluarga yang legendaris sebagai pemasok pejabat publik setempat adalah pasangan R. Sugito Wiryo Hamidjoyo dan R. Rustiawati. Lima dari 11 putra Sugito meramaikan bursa jabatan publik di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Putra tertua, Pupung Suharis, jadi anggota DPR. Adiknya, Don Murdono, Bupati Sumedang. Adiknya lagi, Hendy Boedoro, Bupati Kendal. Disusul Yuwanto, anggota DPRD Kota Semarang. Si bungsu, Murdoko, juga tak mau kalah, melesat jadi Ketua DPRD Jawa Tengah. Semua politisi yang berkarier lewat PDIP ini baru mendapat tempat setelah reformasi.

Sang ayah, Sugito, dulu adalah Sekretaris PNI Kendal. ''Tapi sebetulnya kami bebas memilih jalan hidup, termasuk pilihan partai. Kebetulan kami semua berpikir PDIP yang cocok,'' kata Hendy Boedoro. ''Dari kecil ada kebiasaan debat yang dibangun Ayah di keluarga. Ini membuat jiwa kami terasah dan tertarik menekuni politik.''

Sulawesi Selatan memiliki nama kondang Yasin Limpo. Pensiunan Angkatan Darat ini pernah jadi Bupati Luwuk, Majene, dan Gowa. Jusuf Kalla pernah menobatkan Yasin sebagai guru politiknya. Sekarang Yasin telah pensiun. Tapi istri dan anak-anaknya tetap berkiprah di ranah politik.

Istri Yasin, Nurhayati, kini jadi anggota DPR-RI. Putra pertamanya, Tenri Olle, menjadi anggota DPRD Gowa. Tenri bertugas mengawasi adiknya, Ichsan Yasin (putra kelima), selaku Bupati Gowa. Putra kedua, Syahrul Yasin, kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Ada lagi Haris Yasin, anak keenam, yang jadi anggota DPRD Kota Makassar.

Keluarga Yasin Limpo sudah lama malang melintang di panggung politik Sulawesi Selatan. Maklum, Yasin tercatat sebagai pendiri Golkar Sulawesi Selatan. Menurut Syahrul Yasin, sebenarnya sang ayah tak pernah memaksa anak-anaknya agar jadi pejabat. Yasin Limpo hanya sering menekankan pentingnya memberi teladan dan betapa mulianya jadi pemimpin.

Tentang berbagai pos publik yang diduduki kakak-adiknya, Syahrul menyebut semua itu sebagai hasil kerja keras masing-masing. ''Kami punya basis sendiri-sendiri, dan kami berkompetisi secara sehat,'' kata Syahrul. Capaian itu bukan hasil KKN? ''Rakyat sudah tak bisa diarah-arahkan. Mereka murni pilihan rakyat,'' tutur Syahrul, yang akhir-akhir ini dikabarkan bakal maju ke bursa gubernur pada pilkada 2007.

Sepengamatan Gatra, keluarga Yasin Limpo memang diliputi spirit kompetisi memburu pos strategis. Ada kesan terkucil dalam keluarga bila kalah bersaing dengan pesaing masing-masing. Kerap muncul ungkapan, sang ibu bisa berkompetisi jadi anggota DPR, masak anak-anak kalah.

Mencuatnya politik kekerabatan ini, menurut analis politik Jawa Tengah, Andreas Pandiangan, akibat masih tradisionalnya sistem politik Indonesia. Rekrutmen kader di partai politik untuk kandidat pejabat eksekutif dan legislatif masih memperhitungkan ikatan keluarga.

Ini berdampak pada perilaku politik masyarakat. ''Orang akan memersepsikan bahwa si B yang anaknya si A memiliki sifat yang tak jauh beda dengan si A,'' kata Andreas. Pengaitan macam itu pula yang dinilai memenangkan Ratna sebagai Bupati Banyuwangi.

Sukses suaminya di Jembrana diopinikan sedemikian rupa akan mampu diwujudkan di Banyuwangi. ''Sosok Winasa yang bersahaja dijadikan bahan mempromosikan sosok Ratna,'' ujar Redi Setiadi, pemerhati masalah dinamika Banyuwangi dari Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi.

Namun Ratna menyangkal amatan itu. ''Saya hanya menjual program serta visi dan misi, bukan 'menjual' pengaruh suami,'' katanya lantang. Kebetulan, pekan lalu, DPRD Banyuwangi mengajukan hak interpelasi kepada Ratna karena programnya sama dengan suaminya. ''Apa salah jika saya meniru hal yang baik,'' ujarnya ketika ditemui Arif Sujatmiko dari Gatra di Dusun Bayu Lor, Songgon, 45 kilometer dari kota Banyuwangi.

Sejumlah analis politik lokal khawatir, jaringan kekerabatan antar-pejabat publik ini memuluskan kolusi dan nepotisme. Bagaimana kalau pimpinan legislatif dan eksekutif bersaudara, seperti di Gowa dan Kalimantan Tengah? Apakah mekanisme kontrol bisa berlangsung normal? Kultur birokrasi yang terkenal korup membuat banyak pihak cemas.

Pengajar di Universitas Mataram, Satriawan Sahak, menyerukan pemerintahan daerah harus tetap dikritik. ''Agar jangan sampai lepas kontrol,'' katanya kepada Hernawardi dari Gatra. Monopoli pemasok bibit pemimpin oleh kerabat terbatas juga perlu dikurangi dengan memperluas akses kompetisi pada siapa saja.

Asrori S. Karni, Imung Yuniardi (Semarang), dan Anthony (Makassar)
[Nasional, Gatra Nomor 18 Beredar Senin, 13 Maret 2006]
READ MORE - Dinasti Kerabat Politik Lokal

Bill Gates Akhirnya Raih Gelar dari Harvard

Saturday, June 9, 2007

Bill Gates Akhirnya Raih Gelar dari Harvard

Impian Bill Gates, milyuner dan raja `software` dunia akhirnya terwujudkan. Setelah menunggu 30 tahun, akhirnya pihak almamater tempat menuntut ilmu, Harvard University memberikan gelar kesarjanaannya, Kamis, 7/6-2007.


Bill, yang `drop out` dari Harvard untuk mendirikan Microsoft Corp. lalu menjadi orang terkaya di dunia, menyempatkan diri datang ke bekas kampusnya untuk memperoleh gelar kehormatan bidang hukum.

"Kami sadar, anggota termahsyur Harvard angkatan 1977 itu tak pernah lulus dari Harvard," kata Pembantu Rektor Universitas Harvard, Steven Hyman, seperti dilaporkan Reuters.

"Ini kelihatannya menjadi hari baik karena alma mater memberinya ijazah." katanya.

Saat berpidato pada acara itu, Gates, (51), mengatakan "Sudah lebih dari 30 tahun saya menunggu untuk mengatakan ini, `Ayah, saya selalu bilang saya akan kembali (ke kampus) dan meraih gelar."

Salah seorang hadirin adalah ayah Gates, yang juga bernama depan Bill.

"Tahun depan saya akan ganti pekerjaan. Merupakan sesuatu yang menyenangkan bahwa bisa mencantumkan gelar sarjana di daftar riwayat hidup," kata Gates, yang mulai tahun depan akan sepenuhnya mengabdi di badan amal.

Meski tidak punya gelar sarjana, Gates dengan cepat sampai di puncak eselon bisnis.

Pada 1980, Gates dan koleganya di Microsoft secara cerdik berunding dengan IBM Corp. hingga menghasilkan kesepakatan yang memberi hak kepada Microsoft, perusahaan baru bidang perangkat lunak, melisensikan sistem operasinya ke pabrik-pabrik pembuat komputer pribadi (PC).

Perjanjian itu pada akhirnya menjadikan bisnis komputer sangat ramai, dan kekuasaan beralih dari pabrik perangkat keras ke perusahaan perangkat lunak.

Saat ini, ratusan perusahaan setiap tahun memproduksi ratusan ribu PC namun 90 persennya menggunakan Windows yang diproduksi Microsoft.


Kerja Amal

Gates sengaja keluar dari Harvard untuk berkonsentrasi ke Microsoft, sedangkan rekannya, Steve Ballmer, yang kini direktur utama Microsoft, menyelesaikan pendidikan di kampus itu dan bergabung dengan Gates pada 1980.

Gates mendirikan Microsoft pada 1975 bersama teman semasa kecil, Paul Allen.

Microsoft "go public" 1986 dan dalam setahun sahamnya melonjak tinggi hingga Gates, saat itu berusia 31 tahun, menjadi milyuner termuda di dunia.

Tahun lalu, Gates mengatakan akan mengundurkan diri dari manajemen Microsoft pada 2008 dan mengkonsentrasikan diri pada kerja amal.

"Kemajuan umat manusia yang paling besar bukanlah terdapat pada penemuan, tetapi bagaimana penemuan itu digunakan untuk mengurangi ketidaksetaraan," Gates mengatakan.

"Saya senang sekali menjadikan orang bergairah dengan perangkat lunak, tapi kenapa kita tidak sekalian berbuat yang lebih menyenangkan dengan menyelamatkan kehidupan?"

Yayasan "Bill and Melinda Gates" yang didirikan tahun 2000, membantu proyek-proyek peningkatan kesehatan, pengurangan kemiskinan dan proyek yang memperluas akses masyarakat kepada teknologi.

Perhatian Gates untuk amal itu telah menarik perhatian Warren Buffett, seorang investor dan orang kedua yang paling kaya dunia.

Tahun lalu, bos Berkshire Hathaway Inc. itu mengemukakan akan menyerahkan 30,7 miliar dolar ke Yayasan Gates. (ant / presspass / lily)

READ MORE - Bill Gates Akhirnya Raih Gelar dari Harvard