READ MORE - PULANG KAMPUNG
About Me
KATEGORI
- Humor (2)
- Internet Marketing (19)
- Motivasi (2)
- My Review (1)
- Tips - Trik (35)
- Umum (3)
Archives
Feedjit
Jalan-Jalan ke Prambanan
Wednesday, April 9, 2008



Tepatnya Sabtu, 6/4/08 setelah mengikuti Workshop Pengembangan Sertifikasi Dosen di Hotel University UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tepatnya jam 02.00 meninggalkan hotel menuju ke Halte Bus Trans Yogyakarta (Bus Trans Yogyakarta setelah beberapa keali berkunjung ke Yogya adalah sesuatu hal yang baru, karena tahun lalu karena Busway ini belum saya temukan) rencananya langsung ke tempat yang sangat di kenal ketika berkunjung di Kota Yogya Jl. Malioboro tapi Busway yang ditumpangi kebetulan mutarnya tepat di Pranbanan maka saya tidak memanfaatkan waktu untuk kembali berkunjung di dan menyaksikan candi Hindu yang merupakan salah satu tujuan wisata di Kota ini.
Mengigat ketika kuliah di Fakultas Usuhuluddin UMI, salah satu mata kuliah Sejarah Agama-Agama di Indonesia tepatnya Pertengahan Tahun 2004 yang mengharuskan kami bersama dengan kawan-kawan di angakatan 1993 dalam perjalanan studi Jawa dan Bali khusunya melihat situs-situs bersejarah yang terkait dengan Agama-Agama yang ada di Indonesia. Candi Pranbanan adalah salah satu tempat yang dikunjungi. Pada kesempatan ini setelah 11 tahun setelah berkali-kali ke Yogja berkesempatan kembali berkunjung di Candi kebanggaan Bangsa Indonesia ini utamanya Umat Hindu.
Menyaksikan kondisi Candi ini setelah Kota Yogya di landa Gempa adalah daya tarik tersendiri. Mau tahu sejarah Candi ini sebagai berikut :
Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dan terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Prambanan terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak. Renovasi candi ini dimulai pada tahun 1918, dan sampai sekarang belum selesai. Bangunan utama baru diselesaikan pada tahun 1953. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja. Sekarang, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.
Mengigat ketika kuliah di Fakultas Usuhuluddin UMI, salah satu mata kuliah Sejarah Agama-Agama di Indonesia tepatnya Pertengahan Tahun 2004 yang mengharuskan kami bersama dengan kawan-kawan di angakatan 1993 dalam perjalanan studi Jawa dan Bali khusunya melihat situs-situs bersejarah yang terkait dengan Agama-Agama yang ada di Indonesia. Candi Pranbanan adalah salah satu tempat yang dikunjungi. Pada kesempatan ini setelah 11 tahun setelah berkali-kali ke Yogja berkesempatan kembali berkunjung di Candi kebanggaan Bangsa Indonesia ini utamanya Umat Hindu.
Menyaksikan kondisi Candi ini setelah Kota Yogya di landa Gempa adalah daya tarik tersendiri. Mau tahu sejarah Candi ini sebagai berikut :
Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dan terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Prambanan terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak. Renovasi candi ini dimulai pada tahun 1918, dan sampai sekarang belum selesai. Bangunan utama baru diselesaikan pada tahun 1953. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja. Sekarang, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.
Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arca Durga, sakti atau istri Batara Siwa, Agastya, gurunya, dan Ganesa, putranya. Arca Durga juga disebut sebagai Rara atau Lara/Loro Jongrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Untuk lengkapnya bisa melihat di artikel Loro Jonggrang. Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu. Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracarita Ramayana. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi oral.
Di Tulis Oleh Badruddin Kaddas Pada 7:56 AM 0 Komentar
Sunday, January 6, 2008

BELANJA PEKANBARU - Pasar Bawah terletak di sebelah utara kota bertuah Pekanbaru. Pusat wisata belanja Pekanbaru yang satu ini terkesan tradisional. Coba lihat foto bangunan lama yang saya kutip dari "Tribute From Anak Melayu" disamping.
Pusat perbelanjaan tua namun bersih ini telah eksis cukup lama ini merupakan pusat perbelanjaan barang-barang antik, aksesories rumah tangga dari dalam dan luar negeri, seperti keramik, karpet, lampu-lampu antik dan elektronik. Jika anda tersesat kesini berarti anda beruntung bisa ketemu pasar antik Pekanbaru.
Pasar ini juga terkenal sebagai pusat barang second hand karena banyak terdapat toko-toko yang melayani pencari barang-barang bekas. Tapi jangan takut berkunjung ke wisata belanja yang unik ini karena barang bekasnya berkualitas kok!. Walaupun komplek Pasar Bawah terletak dikomplek pertokoan yang berdirinya mall megah dan pusat perbelanjaan modren seperti MAll Pekanbaru dan Palaza Suka Ramai namun, pusat belanja pasar bawah ini tetap ramai dikunjungi. Oleh Karena itulah Pasar Bawah Pekanbaru bisa dikatakan Salah satu tempat wisata belanja Pekanbaru.
READ MORE -

BELANJA PEKANBARU - Pasar Bawah terletak di sebelah utara kota bertuah Pekanbaru. Pusat wisata belanja Pekanbaru yang satu ini terkesan tradisional. Coba lihat foto bangunan lama yang saya kutip dari "Tribute From Anak Melayu" disamping.
Pusat perbelanjaan tua namun bersih ini telah eksis cukup lama ini merupakan pusat perbelanjaan barang-barang antik, aksesories rumah tangga dari dalam dan luar negeri, seperti keramik, karpet, lampu-lampu antik dan elektronik. Jika anda tersesat kesini berarti anda beruntung bisa ketemu pasar antik Pekanbaru.
Pasar ini juga terkenal sebagai pusat barang second hand karena banyak terdapat toko-toko yang melayani pencari barang-barang bekas. Tapi jangan takut berkunjung ke wisata belanja yang unik ini karena barang bekasnya berkualitas kok!. Walaupun komplek Pasar Bawah terletak dikomplek pertokoan yang berdirinya mall megah dan pusat perbelanjaan modren seperti MAll Pekanbaru dan Palaza Suka Ramai namun, pusat belanja pasar bawah ini tetap ramai dikunjungi. Oleh Karena itulah Pasar Bawah Pekanbaru bisa dikatakan Salah satu tempat wisata belanja Pekanbaru.
Di Tulis Oleh Badruddin Kaddas Pada 11:40 PM 0 Komentar
Bang Nurdin Halim Akhirnya Bisa Ketemu di Pekanbaru
Sunday, November 25, 2007

Sejak Nurdin Halim meninggalkan Makassar melanjutkan studi S2 di salah satu universitas di Malaysia hinggal saat ini belum pernah kembali. Sebelumnya Nurdin senior saya di Fakultas Ushuluddin UMI dan tidak sedikit memberikan bimbingan terutama pengelolaan penerbitan jurnal dan media yang lain. Tahun 1993 awal saya melanjutkan studi di Fakultas Ushuluddin UMI dan di semister-semister awal karena pada saat itu program matrikulasi bahasa Arab dan Inggris tengah di galakkan, maka meskipun Nurdin masih aktif sebagai mahasiswa telah menjadi asisten Matakuliah Bahas Inggiris dan Arab dan telah mengajar kami. Saat itulah awal berkenalan dengan senior yang juga asiste dosen. Nurdin adalah sosok yang ulet dan selalu memberikan motifasi tinggi kepada yunior-yunior khusunya dalam pengembangan diri dalam menulis karya ilmiah sekaligus menerbitkannya. Gema Ushuluddin adalah jurnal ilmiah satu-satunya pada waktu itu di Fakultas Agama bahkan mungkin di UMI yang telah mendapatkan ISSN. Karena dari semister tiga saya sudah mulai ikut menjadi salah satu anggota redaksi dari penerbitan Gema Ushuluddin ini.
Media adalah salah satu wadah untuk mengembangkan kreatifitas diri dalam mengembangkan diri pada perguruan tinggi. Apapun ide yang kita miliki bila dipublikasikan memiliki manfaat tersendiri dalam dunia ilmiah. Satu prinsip yang tidak pernah terlupakan dari Nurdin "Lebih baik bertelur perak diketahui orang dari pada bertelur emas tidak diketahui orang", artinya sekecil apapun gagasan atau ide yang kita miliki akan mudah terwujud bila disampaikan kepada orang lain dengan menggunakan berbagai macam media.
Nurdin yang lahir dan menjadi warga Riau bertekad akan menginjakkan kaki kambali di tanah nenek moyangnya Sulawesi Selatan setelah menyelasikan studi S3. Kini tengah proses penyelesaian desertasi mudah-mudahan tahun 2008 sudah bisa kelar.
Jumpa di Pekanbaru
Ketika ada undangan mengikuti Annual Conference Of Islamic Studies 2007 (ACIS) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dikti Islam (DIKTIS) Departemen Agama RI bekerjsama dengan Univ. Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada awalnya saya tidak kepikiran untuk menghadiri kegiatan tersebut karena pertimbangan ada urusan keluarga yang cukup sulit untuk di tinggalkan. Tetapi setelah konsultasi dengan kawan-kawan di Fakultas Agama UIM bahwa kehadiran saya di kegiatan ini cukup penting pula maka akhirnya memtuskan untuk berangkat.
Keputusan ke Pekanbaru telah diambil akhirnya "Siapa ya kawan di Pekanbaru yang bisa ditemui ?". Akirnya sebagai anggota Milis Buginese saya mencoba mencari informasi mengenai kawan anggota milis ini di Riau sebab saya tahu persis bahwa Riau adalah salah satu daerah yang penduduknya banyak berasal dari Bugis Makassar.
Teringatpula bahwa ada senior Nurdin Halim yang studi di Malaysia dan telah kembali ke Pekanbaru menjadi salah satu tenaga edukasi di UIN Suska Riau. Setelah lebaran Idul Fitri 1428 sempat mendapatkan ucapan selamat Idul Fitri tapi nomor Malaysia yang digunakan. Singkatnya tepatnya Rabu, 21/11/2007 malam disela-sela acara pembukan ACIS 2007 di Hotel Sahid sempat kontak bahwa saya sekrang saya di Pekanbaru.
Kamis,22/11/2007 pada acara sesis Pleno I (Liat informasi ACIS di http://www.ditpertais.net ) sedang menyimak persentasi dari pemakalah tiba-tiba telpon yang ada di saku celana depan kiri berdering, karena khawatir menggangu jalanya acara maka saya berdiri dan hendak ke bagian belakang Aula. Pada saat membalikkan badan saya langsung tersentak kaget bahwa ternyata persis di kursi dibelakang saya duduk Bang Nurdin. Wajar kalau dia tidak kenali saya sebab dalam perjalanan waktu umur bertambah dan badanpun sedikit naik botak pula rambut.
Di Tulis Oleh Badruddin Kaddas Pada 9:47 PM 0 Komentar
Masjid Agung Pekanbaru


Masjid yang bernama lengkap Masjid Agung An Nur Pekanbaru ini berada di Jalan Syehk Burhanuddin dan kerap menyelenggarakan kegiatan2 akbar keagamaan (katanya jg bisa dipake tuk acara nikahan). Ditengah-tengah Annual Confrence On Islamic Studies di Hotel Aston yang diselenggarakan oleh Departemen Agama RI bekerjasama dengan Univ. Islam Negeri Sultas Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau, menyempatkan diri untuk shalat Jumat (23/11/07).
Di Tulis Oleh Badruddin Kaddas Pada 9:31 AM 0 Komentar
Rumah Baru (Hasil Renofasi Yang Belum Selesai)
Tuesday, November 13, 2007

90 % sudah selesai tanpak dari luar. Bagian dalamnya belum ada plafon, tapi syukurlah sudah bisa bernafas lega menghadapi musim hujan tidak lagi kebanjiran.
Di Tulis Oleh Badruddin Kaddas Pada 12:07 AM 0 Komentar
Mama Uwe-Uwe Jadi PNS PA Takalar
Tuesday, June 19, 2007
Mamanya uwe-uwe sudah dilantik jadi PNS Pengadilan Agama Takalar Selasa (19/6/07 Jam 12.25 Wita / Lihat Jam Dinding Dibelakang) mudah-mudahan dapat mengabdi dengan ihlas pada bangsa dan negara tercinta Indonesia. Mereka yang dilantik dari kiri Nailah Yahya, Tommy dan Ahsan Syuhudi Ismail.
Di Tulis Oleh Badruddin Kaddas Pada 7:05 PM 1 Komentar
Subscribe to:
Posts (Atom)


.gif)

.jpg)