FBS

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Dr.Ir.Hj.Majdah Muhyiddin Zein Resmi Rektor Univ. Islam Makassar

Monday, May 28, 2007


Universitas Islam Makassar (UIM) resmi memiliki rektor yang baru. Itu setelah pemegang kuasa Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar yang menaungi universitas ini, H.M.Aksa Mahmud resmi melantik rektor terpilih, Dr.Ir.Hj.Majdah Muhyiddin Zein, minggu 27 Mei 07 siang.
Pelantikan berlangsung hikmat di kampus milik Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel ini. Turut hadir, Koordinator Kopertis Wilayah IX, Prof.Dr.Aminuddin Salle, SH MH, Rois Suryah NU Sul-Sel, K.H.M.Sanusi Baco, Lc, Ketua Tanfidziyah NU Sul-Sel, K.H.M.Zain Irwanto, Ketua Tanfidziyah NU Kota Makassar, Dr.H.Abd.Kadir Ahmad, MS dan civitas akademika UIM.
Acara pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan ketua yayasan. Setelahnya, dilanjutkan pernyataan dari rektor terpilih soal kesiapannya untuk mengembangkan UIM ke arah yang lebih baik. Selain itu, ia juga membuat pernyataan siap berpaya terus menambah jumlah mahasiswa UIM dari tahun ke tahun. Majdah juga berjanji tidak menggunakan jabatan untuk kepentingan politik. Hal ini diungkapkan atas kapasitas sebagai Istri ketua DPRD Sul-Sel Ir.H.Agus Airifin Nu'man yang juga calon wakil Gubernur Sul-Sel mendampingi H.Syahrul Yasin Limpo.
Sementara itu, Aksa Mahmud dalam sambutannya mengatakan, kampus UIM mencatat sejarah baru. Itu karena untuk pertama kalinya, kampus ini memiliki rektor perempuan. Hal itu menurut Aksa, tentu menjadi kebanggaan tersendiri.
"Saya juga memandang pelantikan ini begitu istimewa. Sebab, sebelum duhur, saya melantik suaminya sebagai ketua Makassar Golg Club," ungkap Aksa.
Mengapa istimewa ? Menurut Aksa, sangat jarang terjadi ada sepasang suami istri yang dilantik dalam sehari pada jabatan berbeda. Lebih istimewa lagi tambahnya, karena sepasang suami istri ini dilantik oleh orang yang sama.
Sehubungan dengan itu, Aksa berharap, hal itu bisa menjadi spirit untuk berbuat lebih baik. Sebab saat ini, masa depan UIM akan sangat ditentukan oleh kinerja dari rektornya. (bade) sumber harian Fajar Senin, 28 Mei 2007.
READ MORE - Dr.Ir.Hj.Majdah Muhyiddin Zein Resmi Rektor Univ. Islam Makassar

Bukan 2007, Seharusnya Tahun 2012

Sunday, May 20, 2007

Pikiran Rakyat, Sabtu, 30 Desember 2006

Bukan 2007, Seharusnya Tahun 2012
Oleh IRFAN ANSHORY

DENGAN tidak terasa kita memasuki tahun 2007 Masehi, meskipun tidaklah salah jika ada yang mengatakan bahwa sekarang adalah tahun 1385 (Persia), 1427 (Hijriah), 1928 (Saka), 1939 (Jawa), 1943 (Sunda), 2550 (Buddha), 2557 (Imlek), 2667 (Jepang), atau 5767 (Yahudi).

Bulan mengelilingi bumi dalam 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik atau 29,5306 hari (satu bulan). Jika dikalikan dua belas, hasilnya 354 hari 8 jam 48 menit 34 detik atau 354,3672 hari, waktu satu tahun bagi kalender berdasarkan bulan (lunar atau qamariyah). Bagi kalender berdasarkan matahari (solar atau syamsiyah), waktu satu tahunnya adalah lamanya bumi mengelilingi matahari, yaitu 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik atau 365,2422 hari. Oleh karena jumlah hari dalam setahun tidak bulat, harus ada tahun-tahun tertentu yang dibuat sehari lebih panjang (tahun kabisat, leap year). Kalender lunar memiliki tahun biasa 354 hari dan tahun kabisat 355 hari, sedangkan bagi kalender solar 365 dan 366 hari.

Kalender Romawi

Kalender Masehi pada hakikatnya adalah kalender Romawi yang bermula sejak tujuh setengah abad sebelum Nabi Isa al-Masih a.s. lahir. Ketika Romulus dan Remus mendirikan kota Roma tahun 753 SM menurut hitungan sekarang, mereka membuat kalender lunar. Awal tahun adalah awal musim semi, dan tahun pembangunan Roma ditetapkan sebagai tahun 1 AUC (ab urbi condita = “sejak kota dibangun”).

Nama-nama bulan adalah Martius (Mars, dewa perang), Aprilis (Aprilia, dewi cinta), Maius (Maya, dewi kesuburan), Junis (Juno, istri dewa Jupiter), Quintilis (bulan ke-5), Sextilis (bulan ke-6), September (bulan ke-7), October (bulan ke-8), November (bulan ke-9), December (bulan ke-10), Januari (Janus, dewa penjaga gerbang langit), dan Februari (Februalia, dewi kesucian). Setiap bulan 30 hari, kecuali Februari sebagai bulan terakhir hanya 24 atau 25 hari, sehingga jumlah setahun 354 atau 355 hari. Agar tahun baru tanggal 1 Martius tetap jatuh pada awal musim semi, setiap tiga tahun disisipkan bulan ke-13, Mercedonius, setelah Februari.

Julius CaesarPada tahun 709 AUC (tahun 46 SM menurut kita sekarang), kalender lunar Romawi berubah menjadi kalender solar yang ditiru dari bangsa Mesir. Kehidupan masyarakat Mesir sangat tergantung pada pasang dan surut Sungai Nil, sehingga mereka sejak tahun 4236 SM menggunakan kalender solar untuk menandai musim banjir, musim tanam dan musim panen. Penguasa Romawi saat itu, Julius Caesar, bobogohan dengan Cleopatra Ratu Mesir. Untuk mengambil hati kekasihnya, Julius Caesar mengubah kalendernya menjadi kalender solar. Aneh tapi nyata: kalender berubah gara-gara cinta!

Dengan bantuan Sosigenes, seorang ahli astronomi Yunani di Iskandariah, awal tahun Romawi serta jumlah hari dalam setiap bulan disesuaikan dengan kalender Mesir. Tahun baru digeser dari Martius (Maret) menjadi Januari. Akibatnya, September yang artinya “bulan ke-7″ (septem = tujuh) menjadi bulan ke-9. Nama bulan Quintilis diganti bulan Julius, diambil dari namanya sendiri. Banyaknya hari dalam sebulan: Januari 31, Februari 28 atau 29, Martius 31, Aprilis 30, Maius 31, Junis 30, Julius 31, Sextilis 31, September 30, October 31, November 30, dan December 31. Tahun 709 AUC itu ditetapkan oleh Julius Caesar sebagai tahun 1 Julian.

Kaisar AgustusKaisar Romawi berikutnya, Octavianus Augustus, ingin juga mengabadikan namanya dalam kalender. Namanya, Augustus, dipakai mengganti nama bulan Sextilis. Untunglah kaisar-kaisar sesudahnya tidak memiliki keinginan serupa, sehingga nama-nama bulan tidak lagi mengalami perubahan.

Tahun Masehi

Setelah bangsa Romawi memeluk agama Nasrani, kalender Julian tetap digunakan, bahkan makin meluas pemakaiannya di kalangan bangsa-bangsa Eropa. Pada tahun 572 Julian, seorang pejabat tinggi kepausan di Roma, Dionisius Exiguus, menetapkan perhitungan tahun Anno Domini (”Tahun Tuhan”). Berdasarkan perkiraan Dionisius bahwa Nabi Isa al-Masih a.s. lahir tahun 47 Julian, maka tahun 47 Julian ditetapkan sebagai tahun 1 Anno Domini (AD), dan angka tahun 572 Julian diganti menjadi 526 AD. Sejak tahun 526 mulailah berlaku hitungan tahun Anno Domini (AD) yang berlangsung sampai sekarang. Kita di Indonesia menyebutnya tahun Masehi (M).

Kalender Julian memakai patokan 365,25 hari setahun dengan kabisat empat tahun sekali, yaitu yang angka tahunnya habis dibagi empat. Patokan ini berlebih 0,0078 hari dari yang seharusnya. Akibatnya terjadi kesalahan satu hari dalam setiap 128 tahun. Pada tahun 1582 kesalahan kalender mencapai sepuluh hari. Awal musim semi (vernal equinox) jatuh pada 11 Maret, padahal seharusnya 21 Maret.

Paus Gregorius XIIIMaka pada tahun 1582 Paus Gregorius XIII membuat keputusan yang berjudul Calendarium Gregorianum. Angka tanggal harus dilompatkan sepuluh. Hari Kamis tanggal 4 Oktober 1582 harus diikuti oleh Jumat 15 Oktober 1582. Untuk memperkecil kesalahan pada masa mendatang, tiga dari empat sentesimal (tahun peralihan abad) yang seharusnya kabisat dibuat sebagai tahun biasa. Jadi, tahun 1600 kabisat; 1700, 1800 dan 1900 tahun biasa; 2000 kabisat lagi, dan seterusnya. Sistem Gregorian ini hanya berlebih 0,0003 hari per tahun. Untuk mencapai kesalahan satu hari diperlukan waktu 3333 tahun. Jadi, kalender Gregorian baru perlu dikoreksi nanti pada awal abad ke-50!

Pada mulanya yang mengikuti keputusan Paus untuk mengubah kalender hanyalah negara-negara Eropa yang mayoritas Katolik. Hal ini pun menimbulkan kegemparan di kalangan masyarakat awam. Banyak orang yang ketakutan kalau-kalau usianya berkurang sepuluh hari, dan para pekerja menuntut upah bagi sepuluh hari yang dianggap hilang. Adapun negara-negara Protestan, Anglikan dan Ortodoks tetap memakai kalender Julian. Mereka mencurigai keputusan Paus itu hanya taktik untuk mengembalikan otoritas Roma di bidang agama.

Menjelang akhir abad ke-17, tahun 1698, seorang ilmuwan Jerman yang berwibawa saat itu, Prof.Dr. Erhard Weigel, berkirim surat kepada raja-raja Eropa yang beragama Protestan agar menerima kalender Gregorian. Weigel menegaskan bahwa pemakaian kalender itu tidaklah berarti tunduk kepada Paus. Ini masalah ketepatan peredaran benda langit, kata Weigel, bukan masalah agama.

Maka pada awal abad ke-18 negara-negara Protestan menerima kalender Gregorian. Inggris negara Anglikan baru mengikuti tahun 1752, dengan menyatakan bahwa tanggal 2 September 1752 langsung disusul oleh 14 September 1752. Hal ini juga berlaku untuk seluruh jajahan Inggris, termasuk Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada sekarang) yang saat itu belum merdeka. Akibatnya, George Washington, yang nantinya menjadi presiden pertama Amerika Serikat, terpaksa mengubah tanggal lahirnya dari 11 Februari 1732 menjadi 22 Februari 1732.

Negara-negara Eropa Timur yang menganut Kristen Ortodoks baru menerima kalender Gregorian sesudah Perang Dunia Kesatu berakhir. Rusia memberlakukannya tahun 1918 dengan menyatakan bahwa 31 Januari langsung disusul 13 Februari. Hari penghapusan kekaisaran Rusia yang berlangsung tanggal 7 November 1917 sampai sekarang tetap disebut “Revolusi Oktober”, sebab hari itu di Rusia masih berlaku kalender Julian tanggal 25 Oktober. Negara Eropa terakhir yang menerima kalender Gregorian adalah Yunani tahun 1923.

Akan tetapi kalender Julian tetap digunakan oleh Gereja Ortodoks khusus untuk menentukan Hari Natal. Sampai sekarang mereka merayakan Natal tanggal 7 Januari (25 Desember menurut kalender Julian), dua minggu lebih lambat daripada umat Kristen lainnya.

Di negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin, penyebaran kalender Gregorian dilakukan oleh negara-negara Eropa yang menjajahnya. Di Indonesia sampai awal abad ke-20 kalender Hijriah masih dipakai oleh raja-raja Nusantara. Bahkan Raja Karangasem yang beragama Hindu, Ratu Agung Ngurah, dalam surat-suratnya kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang beragama Nasrani, Otto van Rees, pada tahun 1894 masih menggunakan tarikh 1313 Hijriah.

Kalender Gregorian secara resmi dipakai di seluruh Indonesia mulai tahun 1910 dengan berlakunya Wet op het Nederlandsch Onderdaanschap, hukum yang menyeragamkan seluruh rakyat Hindia Belanda. Maka tercapailah niat Octavianus Augustus yang ingin namanya abadi. Nama Kaisar Romawi ini senantiasa diucapkan oleh jutaan orang Indonesia setiap tahun tatkala merayakan hari proklamasi kemerdekaan.

Tahun 2007 ?

Dionisius Exiguus pada abad ke-6 membuat perhitungan tahun Masehi (Anno Domini) berdasarkan data Injil Lukas bahwa Nabi Isa al-Masih a.s. memulai tugas kerasulan pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Tiberius. Dia bertakhta dari tahun 60 sampai 83 Julian (14-37 Masehi), sehingga kejadian yang diceritakan Lukas itu berlangsung tahun 75 Julian (29 Masehi). Oleh karena Lukas pun ternyata main tebak dengan mengatakan usia Nabi Isa al-Masih saat itu “kira-kira 30 tahun” (quasi annorum riginta), maka Dionisius memperkirakan utusan Allah yang mulia itu lahir pada tahun 47 Julian, yang ditetapkannya sebagai Tahun 1 Masehi.

Ternyata perkiraan Dionisius itu tidak tepat! Baik Injil Lukas maupun Injil Matius mencatat kelahiran Isa al-Masih pada masa Raja Herodes di Palestina, yang berarti antara tahun 10 dan 43 Julian (37 SM sampai 4 SM). Lukas juga mengatakan bahwa Isa al-Masih lahir ketika Gubernur Suriah Quirinius, atas perintah Kaisar Augustus (bertahta 27 SM sampai 14 Masehi), mengadakan sensus penduduk di Palestina. Sensus ini tentu berlangsung sesudah pengangkatan Quirinius tahun 41 Julian (6 SM). Dengan demikian putra suci Siti Maryam r.a. itu sangat mungkin lahir pada tahun 42 Julian (5 SM).

_

READ MORE - Bukan 2007, Seharusnya Tahun 2012

HUJAN SALJU DI MAKASSAR



Tepatnya pukul 11.00 Wita, pagi ini tiba-tiba terjadi hujan Salju di Makassar Sulawesi Selatan. Tiba-tiba pohon berganti daun hijaunya menjadi daun putih, tanpak pada salah satu pohon yang telah diselimuti salju. Hujan saljur di makassar berawal pada tanggal 28 April 2007, hal ini membuat warga makassar panik, bukanya menghindar tetapi ramai-ramai menuju ke lokasi yang kena hujan salju.
READ MORE - HUJAN SALJU DI MAKASSAR

PEGAWAI KELURAHAN BARAYA MAKASSAR SALAH ALAMAT

Friday, May 11, 2007

Bermaksud baik seorang petugas dari Tim Pelopor Juma Bersih di Keluarahan Baraya pada Jumat (11/5/07), bermaksud mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi untuk membersihkan got di pekarangan rumah masing-masing. Mengajark masyarakat bersama membersihkan disekitar rumah masing-masing adalah hal yang sangat bagus untuk di lakukan. Tetapi satu hal yang harus di pahami oleh semua pihak bahwa Jumat bersih biasanya di lakukan di Kantor-Kantor oleh pegawai dan pimpinan. Tetapi untuk di kompleks sepertinya tidak pas untuk dilakukan Jumat bersih sebab jelas akan menggangu jadwal atau aktifitas bagi mereka yang telah bekerja, hal mana dituntut untuk segera ke kantor untuk ikut Jumat bersih atau terdapat tugas lain. Hal demikian jelas perlu dipikirkan bersama.
Dan satu hal lain yang kami tidak sempatik terhadap tindakan salah seorang petugas yang menggunakan cara-cara yang tidak sopan mengajak warga untuk berpartisipasi. Seharusnya seorang aparat dapat menjadi contoh yang baik.
1. Saran untuk semua pihak khusunya untuk Pemerintah Daerah sampai di tingkat Keluarahan, sebaiknya untuk kompleks atau pemukiman gotong royong untuk melakukan kebersihan dan lain-lain di lakukan pada hari minggu, mungkin sambil olah raga bersama setelah itu melakukan pemberishan bersama di sekitar rumah masing-masing.
2. Terlebih dahulu memberikan penyampaian kepada warga paling tidak 1 hari sebelumnya.
3. Melakukan koordinasi antar Keluarahan supaya pelaksanaan dilakukan secara serentak terutama pada daerah-daerah perbatasan.
4. Menghimbau kepada warga dengan cara yang proporsional, sehingga bisa berjalan dengan lancar.
Wassalam.
READ MORE - PEGAWAI KELURAHAN BARAYA MAKASSAR SALAH ALAMAT

Baca Koran Di Kamar Mandi

Tuesday, May 8, 2007


Pagi ini 8/5/07 karena tidak ingin terlambat ya sambil .... di kamar mandi baca koran. Berita menarik pagi ini resapel kabinet.
READ MORE - Baca Koran Di Kamar Mandi

Hj.A.Majdah Terpilih Rektor UIM

Monday, May 7, 2007

Rapat senat Universitas Islam Makassar yang dipimpin oleh sekretaris senat Dra.Hj.Zohra Nasaruddin, MS (Senin, 7/5/07) di Gedung C Kampus Universitas Islam Makassar berlangsung alot. Universitas Islam Makassar 6 Juni 2001 hingga kini telah mengalami pergantian Rektor sebanyak 4 kali. Dr.Ir.Hj.Madjadh Muhiddin Zain meperolehan suara terbanyak pada pemilihan Rektor yang di hadiri 25 dari 27 anggota senat Universitas Islam Makassar. A.Majdah yang sebelumnya menjabat Pembantu Rektor II mengantongi suara 18, menyusul Dr.Guntur Yusuf 3 suara, Prof.Dr.H.A.Baso Ronda 1 suara, Prof.Dr.Syamsuddin 1 suara dan Ir.A.Abdul Rahman Syafar tidak memperoleh suara.
Proses pemilihan berlangsung alot terutama ketika membahas kriteria dan syarat-sayarat untuk menjadi calon. Salah satu yang dipermasalahkan adanya calon yang diusulkan oleh Fakultas Sospol yang latar belakang pendidikanya tidak relefan. Pada akhirnya disepakati semua calon yang sebelumnya telah melalui seleksi dari Panitia Penjaringan lolos untuk dipilih, kecuali Ir.Musdalifah, MP yang satu hari sebelumnya telah mengajukan ke panitia pernyataan tertulis pengurudari dari dari pencalonan.
H.Abd.Majid Palloi mengungkapkan bahwa pilihan terhadap Ibu Majda adalah pilihan yang tepat karena beliau disamping memiliki integritas yang tinggi untuk mengabdi di UIM, beliau adalah "Ana To Panrita" (Anak Ulama), "De Namabela Manae".
Ibu A.Majda adalah anak dari K.H.Muhyiddin Zain salah satu pendiri Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali dan Rektor pertama Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) di Sulawesi Selatan.
Saya sendiri adalah salah satu Anggota Senat mewakili Fakultas Agam Islam UIM yang ikut memilih. Siapa yang saya pilih ??????

READ MORE - Hj.A.Majdah Terpilih Rektor UIM

Asik Juga Main-Main Bikin Blog

Sunday, May 6, 2007

Ternyata bikin blog sampai lupa waktu. Banyak pekerjaan seharusnya dikerjakan pada hari libur, terbengkalai akibat asik belajar.
READ MORE - Asik Juga Main-Main Bikin Blog

Iseng Belajar Blog

Friday, May 4, 2007


Namaku Zahira Uwe-Uwe
Saya bukan orang arab, sekedar coba-coba pakai Jilbab
Saya kan masih kecil
Baju yang saya pakai pemberian pung Wardah waktu datang dari tana suci




READ MORE - Iseng Belajar Blog

5 Agustus 2002 Aku di Lahirkan

Wednesday, May 2, 2007

Suatu malam tepatnya di BTP Blok A, dasar BTP kota tapi masih ada yang pelihara sapi. Diawali rasa keinginan tahuan uwe lalu bertanya sama Bapak dan terjadilah dialog.

Uwe : Bapak kenapa itu sapi ada yang besar dan ada yang kecil ?
Bapak : Sapi yang besar mamanya dan yang kecil anaknya
Uwe : Kenapa pale tidak Tete itu anaknya ?
Bapak : Iya, anaknya tidak tete karena suda besar.

Kemdian uwe tanya lagi
Uwe : Apanya pale itu sapi di kepalanya ?
Bapak : Tandduknya Nak.
Uwe : Kenapa itu sapi ada yang ada tanduknya ada juga tidak ada.
Bapak : Yang ada tanduknya sapi besar dan ada yang tidak ada tanduknya sapi yang masih kecil.
Uwe : Kenapa pale itu sapi yang kecil tidak tete ?
Bapak : ?????????????
READ MORE - 5 Agustus 2002 Aku di Lahirkan